Opini

Masyarakat Menanti Kinerja Ketua Baitul Mal Aceh Timur

ACEH TIMUR – Pelantikan ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur yang baru membawa harapan besar bagi masyarakat. Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menjalankan amanah dengan baik, bukan sekadar pandai membangun citra atau mencari perhatian pihak tertentu.

Jabatan ketua Baitul Mal bukanlah tempat untuk mengejar popularitas maupun kepentingan pribadi. Posisi tersebut merupakan amanah untuk mengelola dana umat dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, ketua Baitul Mal Aceh Timur diharapkan tidak menjadi penjilat demi mendapatkan kedudukan atau mempertahankan jabatan. Sebaliknya, ia harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui kerja nyata, transparansi, dan tanggung jawab.

Jangan Jadikan Baitul Mal sebagai Panggung Pencitraan

Masyarakat tentu berharap Baitul Mal tidak hanya sibuk dengan kegiatan seremonial dan publikasi di media sosial.

Aktivitas publikasi memang penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, jangan sampai media sosial justru menjadi sarana membangun popularitas pribadi atau mencari perhatian pejabat demi kepentingan jabatan.

Ketua Baitul Mal harus lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, terutama fakir miskin, anak yatim, dan kelompok rentan yang membutuhkan bantuan.

Jangan sampai masyarakat lebih sering melihat aktivitas pencitraan daripada merasakan manfaat dari program yang dijalankan.

Bekerja untuk Masyarakat, Bukan Menjilat demi Jabatan

Masyarakat juga berharap ketua Baitul Mal Aceh Timur tidak menjadi buzzer atau pembela kepentingan pihak tertentu demi mendapatkan jabatan maupun keuntungan pribadi.

Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, Baitul Mal harus berdiri di atas kepentingan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

Ketua Baitul Mal perlu menunjukkan sikap independen, profesional, serta berani menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk ketika berkaitan dengan kebijakan atau program pemerintah.

Jabatan yang diemban seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan umat, bukan alat untuk mencari kedekatan dengan kekuasaan.

Kerja Nyata Menjadi Ukuran Keberhasilan

Keberhasilan ketua Baitul Mal tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dipublikasikan atau seberapa sering namanya muncul di media sosial.

Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana dana zakat, infak, dan sedekah dikelola secara transparan serta disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.

Program pemberdayaan ekonomi juga perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Ketua Baitul Mal harus mampu memastikan bahwa setiap program memiliki manfaat yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Amanah Harus Dibuktikan dengan Tindakan

Pelantikan ketua Baitul Mal yang baru seharusnya menjadi awal perubahan menuju pengelolaan dana umat yang lebih baik.

Masyarakat Aceh Timur tentu tidak menginginkan lembaga yang hanya terlihat aktif di dunia maya, tetapi kurang memberikan dampak nyata di lapangan.

Ketua Baitul Mal harus membuktikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat, bukan untuk membangun popularitas atau mencari kedudukan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang pandai menjilat atau sekadar membangun citra. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang jujur, amanah, berani, dan mampu bekerja.

Jangan jadikan Baitul Mal sebagai alat untuk mengejar jabatan. Jadikanlah lembaga ini sebagai sarana memperjuangkan kesejahteraan umat.

Sebab, amanah yang diberikan masyarakat harus dibalas dengan kerja nyata, bukan sekadar kata-kata dan pencitraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button